Posted on Leave a comment

Manfaat Batu Apung

Manfaat Batu Apung

Batu apung lebih banyak di gunakan di sektor konstruksi dibandingkan sektor industri.

Company Name : UD.SWOTS POTS

Address : Arya Banjar Getas Street, Gang Lele, Green Palm Residence, Number B5, Mataram City, Nusa Tenggara Barat Province, Indonesia, Post Code: 83115

Phone / Whatsapp : +6287865026222

Lombok Pumice Stone Mining Indonesia

Pumice Stone Supplier From Indonesia

Manfaat Batu Apung di Sektor Konstruksi

Di sektor konstruksi, batu apung banyak dimanfaatkan untuk pembuatan agregat ringan dan beton agregat ringan karena mempunyai karakteristik yang sangat menguntungkan; yaitu ringan dan kedap suara (high in-sulation). Berat spesifik batu apung sebesar 650 kg/cm3 sebanding dengan bata biasa seberat 1.800 – 2.000 kg/cm3. Dari batu apung, lebih mudah dibuat blok-blok yang berukuran besar, sehingga dapat mengurangi plesteran. Kelebihan lain dari penggunaan batu apung dalam pembuatan agregat adalah tahan terhadap api, kondensi, jamur dan panas, serta cocok untuk akustik.

Spesifikasi batu apung dalam pembuatan agregat dan beton agregat ringan adalah sebagai berikut :

  • Agregat ringan (BS 3797, tahun 1964):
  • SO3 : maks. 1%
  • LOI (loss on ignition) : maks. 4% Bobot isi ruah :
  • Butiran kasar : maks. 0,96 ton/m3
  • Butiran halus : maks. 1,20 ton/m3
  • Beton agregat ringan (BS 2028, 1364, tahun 1968)
  • Kedap suara (3 inci blok) : 44.3 db.
  • Bobot isi kering : 0.88 ton/m3
  • Nilai kalori : 1.0 kal
  • Fire resistence : sampai dengan 6 jam
  • Susut kering (drying shrinkage) : 0.04%
  • Ukuran butir : 1 – 9 cm

Selain penggunaan tersebut diatas, di sektor konstruksi batu apung digunakan untuk fondasi jalan, bahan baku genteng akustik, bahan tahan api dan lain-lain.

Manfaat Batu Apung di Sektor Industri

Di sektor industri, batu apung digunakan sebagai bahan pengisi (filler), pemoles atau penggosok (polishing), pembersih (cleaner), stonewashing, abrasif, isolator temperatur tinggi dan lain-lain. Industri pengguna, fungsi, dan derjat ukuran buti batu apung dapatdilihat pada Tabel 1.

Tabel 1. Kegunaan Batu Apung di Sektor Industri

IndustriKegunaanDerajat        Ukuran Butir
  CatPelapis nonskidKasar
Cat sekat akustikKasar
Bahan pengisi cat teksturHalus-kasar
Flattening agentsSangat halus
KimiaMedia filtrasiKasar
Chemical carrierKasar
  Logam            dan plastikPemicu korek api belerangHalus-kasar
Pembersih dan pemolesSangat halus
Vibratory and barrel finishingSangat           halus- sedang
 Pressure blastingSedang
Electro-platingHalus
Pembersih gelas/kacaSangat halus
KomponderBubuk sabuk tanganSedang
Pembersi gelas/kacaSangat halus
Kosmetik                       dan odolPemoles dan penambal gigiHalus
Pemerata kulitBubuk cair
KaretBahan penghapusSedang
Bahan cetakanSangat halus
KulitUntuk mengkilapSedang
    Kaca dan cerminPemrosesan tabung TVHalus
Pemolesan dan pengkilapan kaca tabung TVHalus
Bevel finishingSangat halus
Penghapus potongan kacaSangat halus
ElektronikaPembersih papan sirkitSangat halus
TembikarBahan pengisiHalus

Keterangan : Kasar = 8  – 30 mesh; sedang = 30  – 100 mesh; halus = 100 – 200 mesh;  sangat                                              halus                                >                             200                             mesh Sumber                                    : Industri Minerals, Bulletin, 1990

Beberapa contoh spesifikasi batu apung yang digunakan di sektor industri, adalah:

Untuk pigmen sebagai berikut : Hilang pijar : maks. 5%

  • Zat terbang                  : maks. 1%
  • Lolos saringan 300 m : min. 70% Lolos saringan 150 m : maks 30%

Untuk keramik tembikar :

  • SiO2                : 69,80%
  • Al2O3             : 17,70%
  • Fe2O3             : 1,58%
  • MgO                : 0,53%
  • CaO                 : 1,49%
  • Na2O              : 2,45%
  • K2O                : 4,17%
  • H2O                : 2,04%
  • Kadar air         : 21%
  • Kuat lentur      : 31,89 kg/cm2 Peresapan air : 16,66% Berat volume : 1,18 gr/cm2 Keplastisan      : plastis
  • Ukuran butir : 15 – 150 mesh

Komposisi bahan untuk keramik tembikar ini terdiri atas pumice, tanah liat, dan kapur dengan perbandingan masing-masing 35%, 60% dan 5%. Penggunaan batu apung ini, dimasudkan untuk mengurangi bobot dan meningkatkan kualitas tembikar.

Disamping di sektor konstruksi dan industri, batu apung digunakan juga di sektor pertanian, yaitu sebagai bahan adiktif dan subsitusi pada tanah pertanian.

Beberapa spesifikasi batu apung yang diperdagangkan oleh beberapa produsen di dunia adalah sebagai berikut :

Tipe Itali :

  • SiO2: 70,90%
  • Al2O3: 12,76%
  • Fe2O3: 1,75%
  • Lolos saringan
  • 0.5 inci            : 100%
  • ¾ inci: 95%
  • ¼ inci: 67%
  • ¼ inci: 51%
  • Pengotor (lempung, garam dan abu): 32,8% Karbonat: 0%
  • Bobot isi ruah: 480 kg/cm3 Graviti spesifik: 0.80
  • Peresapan air: 44.0% berat kering
  • Nilai agregat impact (0.5 – 3/8 inci): 56.0% Nilai abrasi agregat (0.5 – 3/8 inci): 212.0 Indeks falkiness: 5.4
  • Indeks elongation: 3.6

Tipe Turki

  • SiO2: 67,80% – 72,50%
  • Al2O3: 12,59% – 14,00%
  • Fe2O3: 0,90% – 3,00%
  • MgO: 0,13% – 0,26%
  • CaO: 0,80% – 1,50%
  • Na2O: 3,40% – 3,62%
  • K2O: 4,30% – 4,71%
  • Hilang pijar: 4% – 5%

Tipe Yunani

  • SiO2: 70,55%
  • Al2O3: 12,24%
  • Fe2O3: 0,89%
  • MgO: 0,10%
  • CaO: 2,36%
  • Na2O: 3,49%
  • K2O: 4,21%
  • SO3: 0,03%
  • Unsur lainnya: 0,62%
  • Hilang pijar: 5,51%
  • Bobot isi ruah kering: 0,6 – 0,72 ton/m3 Ukuran butir: s.d. 8 mm
Leave a Reply

Your email address will not be published.